Laju Uang Sedekah

Jaman saya masih TK dulu, kakek saya biasa memberi sedekah sekitar Rp 25 – Rp 50 buat pengemis yang biasanya mangkal di Kantor Pensiun. Menurut orang yang pernah mengalami jaman tersebut, waktu itu nasi sayur ples tempe dan sepotong daging harganya sekitar Rp 300 (bisa murah lagi kalau bisa ngumpetin daging dibawah tumpukan nasi, katanya). Artinya cukup dengan menerima sedekah 12 kali, pengemis itu sudah bisa makan layak satu kali.

Setelah krismon, rupanya masih bisa juga memberi sedekah sebesar Rp 100. Padahal nasi sayur ples lauk sekarang bisa sampai Rp 5000. Nampaknya laju pertumbuhan uang sedekah jauh tertinggal dibandingkan dengan laju inflasi nasional.

Muncul ethical question nih, haruskah gap pertumbuhan sedekah disesuaikan dengan inflasi, atau kita biarkan melebar supaya budaya mengemis meluruh?

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s