Seputar Sedekah

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa ta’ala, kita memuji, meminta pertolongan dan memohon pengampunan kepada-Nya, dan kita berlindung kepada Allah dari keburukan diri dan kejahatan amal perbuatan kita. Siapa yang diberi petunjuk, tidak akan ada yang akan menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan olehNya, tidak akan ada pula yang dapat memberi hidayah.

Sudahkah kita peduli terhadap saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan uluran tangan kita ? saatnya kita bergerak, mari kita ulurkan tangan untuk menghapus air mata mereka menjadi senyum yang membawa mereka menuju perubahan yang berarti.

Zakat, Infaq dan Shodaqoh yang anda tunaikan melalui LM ZIS Al-Kahfi akan kami Distribusikan kepada yang berhak menerimanya dengan amanah, cepat, tepat dan terstruktur secara efektif dan efisien sehingga tercipta kesejahteraan hidup, kemandirian ekonomi dalam pengembangan Syiar Islam secara menyeluruh disegala aspek

Fenomena kemiskinan dan kesenjangan sosial yang melanda Kaum Muslimin di Indonesia dapat mengantarkan seseorang menjadi putus asa serta cenderung melakukan perbuatan anarkis. LM ZIS hadir dengan menawarkan solusi dalam mengentaskan kemiskinan melalui Zakat, Infaq dan Shodaqoh. Pada hakekatnya harta kekayaan manusia adalah titipan Allah, manusia tidak berkuasa mutlak atas hartanya, karena didalamnya terdapat hak Allah, kaum dhu’afa, dan fakir miskin

Melalui tulisan ini, kami dari LM ZIS mengetuk hati para jama’ah Muslim di Batam dan sekitarnya untuk menyisihkan sedikit uang yang anda peroleh. Adapun nilai dan nominal tidak jadi masalah, yang penting kerelaan dan keikhlasan anda dalam beramal. Mungkin bagi anda jumlahnya sangat sedikit, tapi bagi kami merupakan suatu kepedulian yang sangat besar yang telah anda sumbangkan demi kebangkitan dunia Islam di semua aspek kehidupan. Mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita, saatnya kita memperhatikan saudara-saudara kita sesama Muslim. Bayangkan dengan jumlah penduduk Batam yang mayoritas beragama Islam, jika semuanya mempunyai kepedulian terhadap sesama Muslim dalam berbagi, dan bila dana yang anda salurkan dikelola dengan baik dan benar dan tentunya sesuai dengan Al Quran dan Sunnah, maka dana yang dikumpulkan tersebut akan bermanfaat untuk Ummat Islam di Batam dan sekitarnya.

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. ( QS. At-Taubah : 60 )

Yang berhak menerima zakat Ialah: 1. orang fakir: orang yang Amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya. 2. orang miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam Keadaan kekurangan. 3. Pengurus zakat: orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat. 4. Muallaf: orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah. 5. memerdekakan budak: mencakup juga untuk melepaskan Muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir. 6. orang berhutang: orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya. 7. pada jalan Allah (sabilillah): Yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. di antara mufasirin ada yang berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain. 8. orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang bersedekah meskipun hanya sebutir kurma dari hasil usaha yang baik dan Allah ta’ala tidak akan menerima kecuali yang baik dan Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya kemudian akan mengembangkannya bagi pemiliknya seperti seseorang diantara kalian mengembangbiakkan anak kudanya hingga sebanyak gunung.” ( HR. Al-Bukhari dan Muslim ).

ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. ( QS. At-Taubah : 103 )

Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: “Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada bari itu tidak ada jual beli dan persahabatan. (QS. Ibrahim : 31 )

Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at[160]. dan orang-orang kafir Itulah orang-orang yang zalim. ( QS.Al-Baqarah : 254 )

dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku Termasuk orang-orang yang saleh?” (QS. Al-Munafiqun : 10 )

“ Tidaklah datang suatu hari kecuali akan turun dua malaikat yang salah satu mengatakan.” Ya Allah berilah orang-orang yang berinfaq itu balasan dan yang lain mengatakan, “ Ya Allah berilah orang-orang yang bakhil kebinasaan (hartanya).” (Muttafaq’alahi)

PAHALA SEDEKAH DAN BUAHNYA


Adapun petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang sedekah, maka apa yang diungkapkan oleh Ibnu al-Qayyim tentang hal tersebut sangat indah sekali, dimana beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling banyak sedekahnya dengan apapun yang dimilikinya, tidaklah beliau itu meminta banyak apa yang diberikan Allah untuknya, dan tidak juga memandang sedikit pemberianNya itu, dan tidaklah seseorang meminta kepadanya sesuatu yang ada padanya, baik sedikit maupun banyak, kecuali beliau memberikannya.
Pemberian beliau itu adalah pemberian seseorang yang tidak takut akan kemiskinan. Bersedekah dan memberi adalah perkara yang paling disukai oleh beliau. Kebahagiaan dan kesenangan beliau dengan memberikan sesuatu adalah lebih besar dari pada kebahagiaan seorang penerima dengan apa yang diterimanya.

Beliau adalah orang yang paling dermawan untuk suatu kebaikan. Tangan kanan beliau seperti angin yang bertiup, dan bila seorang yang membutuhkan mendatanginya, niscaya beliau mendahulukan orang tersebut daripada dirinya, terkadang dengan memberinya makan atau memberinya hadiah, atau dengan membeli sesuatu lalu memberikan barang sekaligus harganya kepada penjual tersebut, dan terkadang pula beliau meminjam sesuatu lalu mengembalikannya dengan yang lebih banyak darinya atau lebih baik dan lebih besar, beliau membeli sesuatu lalu memberikan bayaran yang lebih dari harganya, beliau menerima hadiah dan membalasnya dengan yang lebih banyak darinya dan dengan berlipat ganda darinya sebagai suatu tindakan kasih sayang dan variasi dalam berbagai bentuk sedekah dan kebaikan dengan segala kemungkinannya. Sedekah beliau adalah dengan apa yang beliau miliki, dengan kondisinya dan dengan perkataannya, hingga beliau memberikan apa yang ada padanya, memerintahkan untuk bersedekah dan mengajurkannya, dan beliau juga mengajak dengan kondisi riil dan perkataannya, bila seorang yang kikir dan pelit memandang beliau, niscaya kondisi beliau itu akan menariknya untuk memberi dan berinfaq. Dan orang yang bergaul dan bersahabat dengan beliau Radhiyallahu ‘anhu serta melihat petunjuknya, pastilah dia tidak akan dapat mengekang jiwanya dari berbuat kedermawanan dan kebajikan, karena itulah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah makhluk yang paling murah hatinya, yang paling bersih jiwanya, dan yang paling lembut perasaannya, karena sedekah dan perbuatan baik memiliki pengaruh yang sangat menakjubkan dalam kemurahan hati.

Sedekah memiliki keutamaan yang besar dan pahala yang melimpah di dunia maupun akhirat. Hal itu akan diperoleh oleh seseorang yang diberikan bimbingan oleh Allah subhana hu wa ta’ala dan dikehendaki kebaikan padanya, dan diantara pengaruh dari sedekah dan besarnya keutamaannya adalah sebagai berikut :

1. Sedekah adalah penyucian dan pembersihan

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. ( At-Taubah : 103)

2. Sedekah adalah bentuk ketundukan kepada perintah Allah dan RasulNya

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa Sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan Sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan. ( Al-Anfal : 24 )

3. Seorang Mukmin berada dalam Naungan SedekahNya pada hari kiamat kelak

Dari Uqbah bin Amir Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“ Setiap orang berada di bawah naungan sedekahnya hingga manusia diadili oleh pengadilan Allah,” atau beliau bersabda, “ Hingga keputusan di antara manusia ditetapkan ( Oleh pengadilan Allah ). ( HR. Ibnu Khuzaimah, Shahih Ibnu Khuzaimah. Muhaqqiq berkata, “Sanadnya shahih berdasarkan sanad Muslim”.

4. Sedekah itu akan menghindarkan dari musibah dan menjauhkan dari kematian yang buruk.

Perbuatan-perbuatan baik akan menghindarkan diri dari pintu-pintu keburukan, sedekah yang tersembunyi itu akan memadamkan amarah Allah, dan menyambung tali silaturrahim akan menambah umur. ( HR. Ath-Thabrani dalam al-kabir, isnadnya hasan, lihat Shahih al-jami’ hal. 3797 )

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya sedekah itu dapat memadamkan amarah Allah dan menghindarkan diri dari kematian yang buruk.

5. Sedekah adalah tanda dan bukti nyata dari iman yang benar

6. Sedekah itu sebagai tebusan bagi seorang Muslim dari belenggunya

Belenggu seorang muslim adalah semua dosa dan kemaksiatan dirinya, dan betapa banyak kita dibelenggu oleh dosa dan maksiat. Dan seorang muslim sangat membutuhkan seseorang yang melepaskannya dari belenggu tersebut, dan diantara sebab-sebab yang membantu hal tersebut adalah sedekah.

7. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan ganti orang yang memberi sedekah

Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya. ( Saba’ : 39 )

8. Pahala sedekah tidaklah terputus dari pemberinya setelah kematian

“Apabila seorang manusia itu meninggal maka terputuslah segala pahala amal perbuatannya kecuali tiga perbuatan; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa seorang anak yang shalih untuknya. ( HR. Muslim dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu)

9. Sedekah itu menghapus kesalahan

Dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‘Sedekah itu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api.”

VISI

Menjadi Lembaga Manajemen Zakat, Infaq & Shodaqoh yang Profesional, Sebagai wadah bagi para donatur untuk memberdayakan Kaun Dhuafa dalam meningkatkan pembangunan sosial ekomomi ummat dan syiar Islam di atas Alquran dan Sunnah

MISI

  • Menjadikan LM – ZIS sebagai lembaga yang professional, amanah, transparan, mengangkat kaum Dhuafa menjadi masyarakat mandiri, berdaya guna dan dapat meningkatkan kehidupan yang lebih baik yang sesuai dengan Alquran dan Sunnah
  • Menjadikan LM-ZIS sebagai wadah bagi para donatur dalam menyalurkan Infaq, Zakat, dan Shodaqoh untuk disalurkan kepada yang berhak menerimanya.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.